Pages

BUKU KEEMPAT: CANDY RENDY


Judul: Candy Rendy (novel)
Penulis: Paresma Elvigro
Genre : Fiksi-Romance (Dewasa)
Penerbit: Sheila Fiksi (Imprint Andi Publisher)
Editor: Yasintha Vita Wahyuningsih
Setting: Elizabeth Pipit
Desain Cover: Yisar
Korektor: Venan
Jumlah halaman: ii + 302 hlm
Ukuran: 13 x 19 cm
Edisi: I, cetakan tahun 2015
ISBN: 978-979-29-5046-5
Harga normal: 55.000
-------------------------

Sinopsis:

Sepeninggal Rendy, Vigra berjuang untuk move on, menghapus dukanya akan kehilangan Rendy. Spontan Vigra berkata, "Dulu aku tak pernah punya alasan mengapa aku menyukaimu. Tapi, sekarang aku tahu mengapa begitu sulit untuk move on karena perhatian sederhana yang kamu beri. Itulah yang membuatku belum bisa melupakanmu."

Ada saat di mana kita tak cukup kuat memutuskan sesuatu

Move on bukanlah tentang memikirkan cara apa yang tepat untuk melakukannya dan bagaimana melupakannya. Tapi, tentang seberapa besari kesiapan seseorang untuk segera melakukannya dan seberapa besar hati untuk memaafkannya.

Ingin move on tapi selalu saja bertemu secara tak sengaja dengan seseorang yang ingin dilupakan itu adalah peristiwa yang membingungkan. Seseorang juga bisa gagal move on bukan karena suatu hal besar, tapi bisa saja karena hal sederhana. Apakah hal sederhana itu? Yuk ikuti kisah serunya dalam novel ini. Apakah Vigra mampu move on dari Rendy?
-----------------------------------------------------------------------

Alhamdulillah, setelah satu tahun menunggu, akhirnya selesai dicetak juga. Baru kemarin siang dikirimin sama penerbit. Ya syukurlah, sampai juga di rumah. 

Ini novel debut pertama saya. Isinya sebagian besar memang fiksi tapi semua tokoh adalah orang-orang yang dikenal kecuali tokoh figurannya. Jadi, sebelum kalian baca, jangan berprasangka dulu ya. Heheh... Entar kalau berprasangka duluan, waaah bisa kacau. Bisa-bisa saya dilemparin sepatu nanti :D. Ini cuma fiksi. Settingnya memang nyata. Tokohnya juga tokoh nyata, tapi ceritanya nggak 100% benar (walau memang inspirasinya berasal dari kisah pribadi). Lebih dari itu adalah hasil dari imajinasi saya saja. Kalau nanti ada yang nyeletuk, "Kok tokoh utamanya kayak proyeksi diri si penulis ya?" Jujur, karena masih awam banget di bidang novel, jadi saya bingung mau ngambil tokoh dari mana. Jadi, saya ambil sebagian ciri-ciri saya saja, itupun nggak semuanya asli diri saya dan nggak sepenuhnya asli ceritanya.

Jujur aja, novel ini pun sebenarnya recovery dari judul asli yang dulu yaitu Dandelion. Draft awal memang sudah sering ditolak, apalagi waktu saya tawarkan ke penerbit yang kece-kece tapi ditolak terus. Kemudian, saya koreksi dan revisi. Jadilah Candy Rendy. Tapi, setelah itu saya endapkan selama hampir setahun. Baru ketika keberanian muncul lagi, saya tawarkan ke yang lain. Proses ta'aruf dengan berbagai penerbit yang sangat panjang dan berliku itu akhirnya membuahkan hasil. Dikhitbah sama penerbit Andi di imprint Sheila Fiksi. Dan... jujur aja, ini adalah novel yang ketika udah dipinang, nggak saya harapkan bisa terbit. Saya sempat berharap untuk menariknya kembali tapi... apa boleh buat, surat perjanjian udah dilayangkan oleh penerbit. Kenapa demikian? Karena bagi saya, ini novel kalau di kehidupan nyata, aslinya lebih mellow ceritanya. Jauh beda sama yang di novel. Di novel ini, saya superior-kan untuk nutupin inferioritasnya hehehe. Biarlah. Kenyataannya cukup saya dan Allah aja yang tahu. Karena sudah terbit, so, selamat menikmati!

Mungkin akan ada banyak kritikan (masukan) dari para pembaca nanti. Ya, saya terima dengan senang hati. Soalnya, setelah saya baca berulang-ulang, sepertinya memang novel itu banyak kekurangannya, terutama di eksekusi ending yang menurut saya kurang pas. Tapi, mau gimana lagi. Waktu nulis itu, memang ending-nya nggak dipaksakan, cuman alur menuju tamatnya cerita itu yang masih belum lihai. Lompat-lompat. Haduh, saya saja sampai bingung, mau diuraikan panjang-panjang fasenya nanti malah 300 halaman lebih. Jadi, sebagai pemula di bidang novel, saya parah aja, hahaha (ya ampuun ini jangan ditiru). Saya perlu banyak belajar lagi. 

Karena banyak kekurangan, saya jadi belum bisa berani seterusnya menulis novel. Selain itu, saya juga masih suka nulis di bidang nonfiksi sih, khususnya yang berkaitan sama psikologi dan islam. Banyak ide sih untuk meleburkan dua tema itu dalam sebuah novel. Hanya saja, saya belum piawai. Yaa, ini tantangan deh buat saya kapan-kapan kalo nulis novel lagi ya. Kalau untuk personal branding, hehe saya memang maunya dikenal sebagai penulis nonfiksi di dua kolaborasi tema itu tadi sih.

Ya, sudahlah hehe
Novel ini udah terbit guys! Jadi, kalian bisa mengaksesnya di toko-toko buku terdekat di kota kalian yak ^_^. 
Euum, untuk buku ini, saya nggak ngadain Giveaway ya. Mohon maaf. Soalnya, saya udah punya janji ke beberapa orang buat ngehadiahin novel ini. Udah pada di-booking sementara stok bukti terbit yang dikasih ke saya cuman 6 biji. Nggak mencukupi banget untuk diadain GA resmi. Lagipula, tiap ngadain GA, nggak ada yang mau ngasih sponsor haha jadi nggak enak juga kalo hadiahnya cuman dikit. Saya juga lagi nggak punya dana lebih buat beli tambahannya.

PENGALAMAN MENJADI PENULIS PEMULA

Sayangnya, saya sangat terlambat untuk memulai karir sebagai penulis. Sebenarnya, saya sudah sering mengikuti perlombaan menulis (menulis novel dan puisi) waktu SMP dan SMA. Tapi, tidak ada satupun naskah yang lolos saat itu. Saat kuliah, saya juga pernah mengikuti lomba menulis untuk dikirimkan ke redaksi jurnalistik kampus. Tidak juga lulus.Sampai akhirnya saya benar-benar sibuk dengan kuliah. Saya tidak perlu menjelaskan betapa sibuknya menjadi mahasiswa psikologi yang penuh dengan praktek dan praktek.

Baru setelah lulus kuliah 2012 lalu, saya mulai mencoba menulis lagi. Waktu itu, saya masih bekerja sebagai motivator di kampus yang sama (belum diangkat sebagai dosen honorer). Saya hanya mengajar satu kali seminggu. Jadi, banyak waktu longgar. Karena saya sangat senang membaca apapun termasuk melalui situs internet, saya akhirnya memberanikan diri untuk mengikuti lomba menulis. Waktu itu, saya pertama kali berkenalan dengan banyak grup penulis indie dan Self-Publishing. Dari situ, pikiran saya terbuka lagi dan semakin banyak ilmu yang direguk mengenai kepenulisan. Saya ikut perlombaan yang mereka selenggarakan. Alhamdulillah, sudah banyak antologi indie yang saya hasilkan bersama mereka.

Langkah saya tak berhenti di situ saja. Saya merasa harus keluar dari zona nyaman itu. Akhirnya, saya putuskan untuk menulis buku sendiri. Berbekal dari pengalaman/curhatan pribadi saja. Alhamdulillah proses menulis buku perdana dimulai bulan November 2012 dan selesai awal Januari 2013. Naskah tersebut berjudul Kriuk Note For Single Fighter. Saya coba tawarkan ke berbagai penerbit mayor. Terhitung sudah lebih dari 10 kali mengajukan. Tak ada yang meminang. Saya teringat dengan kisah J.K. Rowling yang berkali-kali ditolak tapi toh bisa berhasil. Saya tidak mau menyerah begitu saja.

Ada sih satu agensi tapi mereka menawarkan bentuk ebook. Batin saya berkecamuk. Ada keyakinan sendiri dalam hati bahwa saya pasti bisa menerbitkan buku seperti buku konvensional pada umumnya. Dengan berat hati, saya menarik kembali naskah itu. Saya revisi lagi. Judulnya pun saya ganti menjadi Catatan Kriuk untuk Si Single. 

Berbulan-bulan saya membenamkannya dalam file PC. Barulah pada September 2013, saya memperoleh info dari imprint salah satu penerbit yang sedang mencari naskah nonfiksi Islami. Alhamdulillah, saya coba ambil kesempatan itu. Saya pasrah saja dengan hasilnya: diterima atau ditolak. Setelah lama menanti, konfirmasi dari penerbit BIP (imprint Qibla) menghampiri. Alhamdulillah, balasannya membuat saya terharu sekaligus mengucap syukur. Rasanya seperti dilamar oleh seorang pangeran shaleh hehe. Naskah CKUS pun diterima dan diedarkan ke toko buku sejak awal Januari.

Saya tidak menyangka, respon terhadap buku tersebut cukup baik. Saya merasakan keberkahan yang sangat besar dari buku tersebut. Sempat saya berpikir, apakah baik jika saya menumpahkan curhatan ini pada orang lain? Sebagai seorang jomblo dari lahir, tentu banyak sekali kekhawatiran sejak menuliskan kisah-kisah lama itu. Tapi, alhamdulillah apa yang saya takutkan justru tidak terjadi. Para pembaca yang mayoritas anak-anak sekolah menyukainya. 

Setelah saya resmi mengajar sebagai dosen pada Januari 2014, bersyukur saya masih punya waktu untuk menulis. Saya akhirnya kembali memperoleh inspirasi untuk menulis buku kedua. Inspirasi tersebut saya tangkap ketika tidur. Ya, saya memang sering menemukan hal-hal menarik ketika mata mulai terpejam. Sebenarnya ini memang buku kedua tapi terbitnya di urutan ketiga. Buku yang saya tulis setelah CKUS berjudul Syabab. Prosesnya cukup lama karena bahasannya sangat banyak. Butuh banyak waktu untuk mencari referensi dan membagi waktu dengan rutinitas lain. Tidak jarang, saya dilanda writer's block. Saya kemudian mengatasinya dengan cara yang sederhana. Tidur, membaca lebih banyak, menonton, beribadah dan bercengkerama dengan mahasiswa/i saya. Dari cara-cara itu, pikiran saya fresh kembali. Jadi, ketika sudah membaik, saya tidak langsung menunda untuk melanjutkan tulisan. Sebab bagi saya, menunda hanyalah akan membunuh kedisiplinan terhadap impian yang ingin saya capai.

Akhirnya, buku Syabab diterima dengan baik di penerbit yang sama. Lalu, saya kemudian menangkap inspirasi untuk menulis novel. Novel itu memang tidak mudah bagi saya sehingga terjadi penolakan beberapa kali. Kembali saya endapkan lalu memikirkan hal lain. Muncullah ide menulis buku nonfiksi lagi. Lagi-lagi berasal dari pengalaman pribadi tentang bullying. Naskah berjudul Secangkir Kopi Bully memang belum rampung hingga saya harus resign di awal tahun 2014 karena hendak pindah rumah ke Malang. Barulah ketika di Malang, saya menyelesaikan naskah itu. Finally, nasibnya juga baik dan diterima oleh imprint Quanta dari penerbit EMK.

Alhamdulillah, saat ini sudah ada 3 buku dan sementara ada 1 novel yang antre terbit lalu sekarang di sela kesibukan sebagai mahasiswi Magister di jurusan yang sama, saya kembali menyicil draft buku kelima. Bagi saya, cita-cita menjadi penulis hebat belum berakhir. Saya masih harus terus berjalan, tak peduli gersang maupun badai. Yang penting saya menulis dan terus menulis sampai saya menuju pada kesempurnaa: kematian.

Well, begitulah perjalanan saya sebagai penulis pemula. Saya berharap bisa tetap istiqamah berbagi kebahagiaan dengan menulis kepada orang lain. Karena menulis itu sangat membahagiakan, jadi saya akan terus menulis sampai akhir hayat hidup saya. Sehingga, ketika saya dipanggil ke hadirat-Nya, saya akan dikenang sebagai penulis. Aamiin. Nah, inilah ringkasan dari pengalaman saya sebagai penulis pemula. Bagaimana denganmu?

(jumlah: 789 kata)



SECANGKIR KOPI BULLY ADA DI PERPUS AUSTRALIA


Baru setengah jam lalu buka sosmed, especially Twitterland. Wooo... *shocked and also feeling thankful. There are 4 notifications: from my editor, publisher and also NLA Jakarta Office.

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Terima kasih buat Elex Media Komputindo khususnya imprint Quanta-nya. Entah gimana kronologisnya, buku Secangkir Kopi Bully kini udah bisa diakses di National Library of Australia (NLA). 


Bagi temen-temen yang ada di Australia dan lagi nyari buku tentang bullying, sok atuh mampir baca-baca ke perpus nasional. Dari perpus, bisa nyari bukunya di katalog website NLA langsung dengan subject berikut:


Nah, ini link dari NLA -nya (bisa langsung klik pada gambar banner di bawah ini)

 -

Bismillah, mudah-mudahan bukunya bermanfaat dan ngasih keberkahan juga kebaikan buat yang baca.

MISI BUKU UNTUK CALON PSIKOLOG

Tadi siang, saya sama salah satu sahabat lagi chat di BBM. Moon, begitu deh saya manggil dia. Saya nanya-nanya ke dia mengenai ide saya untuk buku kelima. Euumm memang udah lama banget saya simpan tapi belum nemu prolog untuk memulai.

Ketika saya menyampaikan ide ini pada Moon, eeh..nggak tahunya kemaren dia sempat kepikiran juga mengenai tema serupa. Waah tampaknya saya dan Moon sehati dan sepemikiran.

Jadi, saya itu pengeeeeeen banget bikin buku kayak konsepnya Bang Ferdiriva Hamzah. Bedanya, saya mau bikin untuk calon psikolog atau yang mau kuliah di psikologi. Ini juga udah lama terinspirasi dari banyaknya komentar yang saya peroleh di link cerita saya mengenai nasib para alumni psikologi. Belum lagi banyak juga anak-anak SMA yang pada ngirim email nanya tentang psikologi. Ada juga yang ngalamin nasib buruk di mana pilihannya untuk masuk psikologi justru dianggap remeh sama temennya.

Dalam proses penulisannya nanti, saya pastinya harus menyusun misi. Apakah misi yang akan saya lakukan? Saya akan coba mengontak beberapa teman yang murni kuliah di psikologi. Bukan cuman di 1 kampus, tapi di universitas lain. Saya berharap bisa ada perwakilan dari beberapa universitas di Indonesia. Ini semacam riset atau survey pendapat+pengalaman gitu kali ya. Saya juga mau survey ke temen-temen yang pure ngambil jurusan magister profesi psikologi dan yang bekerja di bidang psikologi. Untuk mereka yang basicly psikologi tapi justru nggak terjun dalam lapangan pekerjaan yang berkaitan murni dengan psikologi, itu saya skip, mungkin hanya saya pakai untuk pembeda aja, eumm semacam alasan mengapa mereka malah nyasar ke bidang kerja non psikologi pada akhirnya.


InsyaAllah, dalam buku ini, saya pengen bahas biar orang-orang awam paham kalau psikolog itu bukan peramal. Soalnya masih banyak juga para pengirim email yang sering nge-judge psikolog itu bisa baca pikiran bahkan dari jarak jauh. Ou em ji.. No! Psikologi itu adalah science. Untuk dapat menilai dan memahami karakter seseorang, semua pakai ilmu dan dijelaskan secara ilmiah. Jadi, nggak ada tuh kalimat perdukunan di sini ya. Trus, saya juga pengen, dari buku ini nanti, setidaknya bisa ngasih support buat temen-temen yang udah stay anteng di psikologi tapi bingung is it their passion, isn't it? Atau mereka milih psikologi justru karena keterpaksaan atau kenapa. Jadi, dari niat awal itu, setidaknya mereka nanti bisa punya gambaran mau dibawa ke manakah nasib dan jejak langkah mereka? Trus, saya juga mo ngasih tahu melalui buku itu bahwa untuk menjadi psikolog yang punya kewenangan buka praktek konseling harus punya beberapa basic lagi dan tentunya wajib ngelanjutin pendidikan yang linier. Linier di sini bukan Sains psikologi tapi yang lulus S1 psikologi dan ngambil S2 Profesi psikologi. Okey, jadi mau ngejelasin gitu bedanya yang ngambil Sains psikologi sama yang Profesi dan yang ngambil S2 Sains tapi bukan berasal dari S1 psikologi.
Trus, masih banyak. Nanti akan ada ihwal apa saja yang harus dimiliki sebagai seorang calon psikolog biar bisa profesional. 

Sebagian besar isinya akan didominasi oleh pengalaman-pengalaman dari temen-temen yang udah saya survey nantinya. Euum...mohon doanya yaa semoga ada timing yang pas buat nyusun ini sampai selesai. Yang jelas, tahun ini mau nyoba kontak temen-temen dulu sama kenalan-kenalan yang ada di email dulu. Mudah-mudahan mereka bersedia ikut serta dalam survey ini. Biar lebih memudahkan, untuk awalnya, saya bakal kontak temen-temen sekampus dulu. Lumayan banyaak kan tuh dari kelas A sampai F bahkan sampai kelas G sekarang. Nanti selebihnya mau nyari sampel dari universitas lain. Mudah-mudahan dapet yaa.

Euum...atau...mungkin ada yang baca ini sekarang dan berminat nyeritain pengalamannya selama kuliah di psikologi? Monggo pinarak aja ya, langsung email ke emmakim28@gmail.com.

Buku ini udah lama banget saya impikan. Paling nggak tujuannya sebagai sarana sosialisasi aja bagi yang mau daftar masuk ke psikologi atau yang tertarik sama psikologi. Sama aja sih sebenernya sama jurusan lain, tapi ada hal yang menjadi alasan kenapa saat-saat tertentu belajar psikologi itu terasa berat, melelahkan tapi perjuangan itu terbayar dengan ilmu yang indah.

Eum, jika sempat, saya pengen masukin juga tentang psikologi Islam yang tahun-tahun ini sedang booming.

Wish me luck yaaa
Semoga kesampean nerbitin buku ini
Mudah-mudahan bisa nembus lagi di penerbit aamiin

SINYAL BAIK DARI LANGIT

Setelah sekian lama, akhirnya bisa ikut giveaway lagi. Alhamdulillah, tepat hari ini usia saya genap seperempat abad. Dua puluh lima tahun meeeen... tapi mencoba untuk nggak berasa tua hehe. Alhamdulillah sejak tadi pagi, banyak ucapan selamat diiringi doa dari sahabat-sahabat tercinta. 

Alhamdulillah, sebagian besar resolusi tahun lalu terwujud, salah satunya bisa nembusin naskah ke penerbit. Tahun ini, saya mempunyai beberapa impian sakral yang berharap dapat terwujud (se-ridhanya Allah mau kabulkan tahun ini atau tahun depan).

Impian pertama adalah menikah. Bukan karena alasan usia atau apapun. Tapi, insya Allah, saya ingin menikah lillahi ta'ala, ingin menggenapkan separuh agama saya dan beribadah lebih banyak lagi tentunya dengan sang suami. Kenapa ini menjadi list pertama? Sebab, ada cerita panjang, misterius dan masih menyisakan debaran hingga detik ini. 



Beberapa hal mendebarkan ini mungkin saja sinyal yang dikirimkan Allah dari langit. Pertama, alhamdulillah orangtua sudah membolehkan berkenalan dengan lawan jenis ke arah serius (tapi bukan pacaran). Ortu pun pernah bilang, kalau seandainya sang jodoh datang sebelum saya lulus dari bangku magister ini, insya Allah itu nggak akan jadi masalah dan beliau berdua merestui. Kedua, yang tadinya semua ikhtiar itu saya fokuskan demi menjemput jodoh, justru saya merasa ada satu hal yang nggak bisa saya jelaskan karena ini hanya bisa saya rasakan dari hati kecil saja. Apa itu? Mungkin ini semacam mendapat tetesan cinta dari-Nya. Bukan esensi alasan demi dapat jodoh lagi yang saya rasakan, melainkan saya sangat berharap lebih bisa mencintai dan dicintai oleh Allah. Dari perasaan abstrak nan indah melalui istikharah panjang ini, saya sering menemukan sinyal-sinyal baik. Mungkin saja ini sinyal ataukah ujian tapi saya berusaha berbaik sangka pada-Nya. Semoga ikhtiar perbaikan dan pemantasan diri ini bisa berujung pada karunia jodoh terbaik dari-Nya.


Langkah-langkah yang sudah saya lakukan alhamdulillah banyak. Antara lain belajar menata akhlak. Kalau tahun-tahun sebelumnya masih susah ngendaliin emosi (terlebih pada saat PMS), alhamdulillah tahun ini bisa sedikit demi sedikit mulai mengendalikan diri. Trus, kedua adalah hafalan Al-Qur'an. Jujur saja, masih stagnan di juz 30, itupun masih ada beberapa surat yang akan susah dihapal kalau nggak muraja'ah. Meskipun masih 1 juz, semoga bisa terus ingat dan kalau perlu, semoga bisa diamalkan aamiin. Ketiga, udah nyoba disiplin sama waktu, belajar masak, alhamdulillah udah ikhtiar merutinkan shalat tepat waktu, shalat sunnah, shalat malam, Dhuha, tilawah setiap hari dan lain-lainnya yang berhubungan dengan ketauhidan. Alhamdulillah sekarang juga lagi belajar ilmu-ilmu pernikahan, biar ada bekal ketika impian menikah ini terwujud. Terakhir, perbaiki halumminannas. Ini adalah ujian paling sulit. Kadang suka salah paham sama ortu soal hal sepele, tapi walaupun kita kadang ribut-ributan di rumah, itu juga nggak lama, nggak nyampe setengah hari udah baikan lagi. Tapi jujur aja, saya sayaaang banget sama orangtua dan adik-adik. Semoga ikhtiar ini bisa mengantarkan saya untuk dapat jodoh terbaik dari-Nya, aamiin.

Impian kedua adalah istiqamah. Istiqamah di sini dalam beberapa hal penting. Pertama, istiqamah dalam berjilbab (kalau bisa di rumah juga). Sejak ortu membuka toko sembako di rumah, saya jadi sering pakai jilbab di rumah. Kadang kalau di dalam rumah masih saya lepas tapi tetap pakai baju panjang dan baru saya pakai lagi ketika ada pembeli yang datang, terutama pembeli laki-laki. Mudah-mudahan setelah menikah nanti, saya bisa istiqamah berjilbab di dalam maupun di luar rumah. Kedua,  berharap semoga bisa istiqamah dengan dua passion saya: menjadi penulis dan psikolog. Semoga gelar profesi psikolog yang nanti saya peroleh (insya Allah lulus 2016 besok) bisa bermanfaat bagi saya, keluarga, agama, bangsa dan negara. Semoga saya juga bisa terus konsisten menulis dan melahirkan buku-buku yang lebih orisinil, lebih berkualitas dan lebih inspiratif/bermanfaat dari sebelum-sebelumnya. Karena tahun ini sangat padat sehingga mungkin saja belum sempat nulis draft buku kelimat. Jadi, insya Allah semoga 2016 besok bisa nulis buku lagi. Langkah-langkah untuk mewujudkannya banyaak sekali, di antaranya semakin merajinkan diri untuk membaca banyak hal, rajin nangkap inspirasi dan nangkap kesempatan (lowongan menulis) di sekitar dan rajin-rajin evaluasi dari setiap hasil karya yang udah ditulis.

Tentang istiqamah di atas, saya jadi ingat sama kata-kata penulis favorit saya, Paul Coelho berikut, "If what you are following is the path of your dreams, commit yourself to it. Don't leave the back door open with excuses: "This still is not quite what I wanted." Kata yang saya tebalkan itu menandakan bahwa ketika berani bermimpi dan sudah yakin berada di atas jalan menuju impian itu, maka kita pun harus berani berkomitmen. Komitmen dibutuhkan agar kita bisa memperbesar usaha untuk mewujudkannya. Komitmen juga dibutuhkan agar impian tersebut bukan hanya tinggal angan belaka.

Itulah dua deret impian saya untuk 2015 (dan nyerempet-nyerempet ke tahun-tahun berikutnya). 

Saya merasa dua impian inilah yang saya yakini sebagai suatu pertanda/sinyal baik dari langit. Semoga Allah mudahkan, ridhai dan lancarkan hingga hari di mana impian tersebut benar-benar datang menghampiri. Saya yakin, sekecil apapun ikhtiar yang dilakukan, Allah akan melihat dan membalasnya dengan hal yang lebih baik. Saya hanya meminta yang terbaik dari-Nya karena saya hanya manusia yang punya kacamata kekurangan. Jadi, jika ada beberapa hal yang saya minta namun Allah memberikan yang lain, itu pertanda, Allah Maha baik. Saya percaya. Dia terkadang memberikan sesuatu di luar dugaan kita bukan karena apa yang kita impikan itu tak baik. Justru, selalu ada hal yang lebih indah, yang tidak akan pernah kita duga dari kebaikan rezeki dari-Nya.




COMING SOON: MY 1st NOVEL CANDY RENDY

Credit: Paresma

Coming soon!!
Setelah nunggu setahun, akhirnya dapat jatah editor. Baru dua minggu apa seminggu yang lalu gitu dikabarin soal cover. How do you think about that cover? Hmm.. sincerely, saya kurang puas dengan desainnya. Semacam ada yang kurang gitu. Tapi berhubung editor bilang, "Ini sampel cover fix pilihan kami." Ya udah deh, daripada nunggu lama-lama direvisi lagi, molor lagi, akhirnya saya setuju. 

Ini novel debut saya. Nggak tahu deh gimana komentar pembaca nanti. Tapi, saya berharap, dari novel ini bisa dapat banyak masukan dari pembaca biar saya bisa terdorong untuk lebih kreatif lagi dalam menulis novel. Karena ini debut, jadi materi novelnya juga nggak berat. Temanya sih tentang how to move on? Euuung... kisah cinta dewasa awal gitu hahah. Tapi, sesuai dengan selera saya, jadi di dalamnya nggak ada yang namanya pacar-pacaran. 

Karena masih belajar, jadi di novel ini saya pakai tokoh-tokoh yang dekat atau saya kenal. Ada 3 sahabat S1 saya yang jadi tokoh Oki, Diva dan Nadia. Trus, ada teman saya yang jadi tokoh Rendy (karakternya dia itu co-ass, sesuailah dengan profesi aslinya, itu sih dia ceritanya masih co-ass tapi sekarang udah mau UKDI *denger dari temannya yang cewe, dulu satu kelompok KKN sama saya juga). Trus, ada tokoh Erlangga, nah itu memang kakak tingkat saya pas S1, karakternya yaa kira-kira seperti yang ada di novel. Euuum, sama satu lagi tokoh tamu. Kenapa saya sebut tokoh tamu, soalnya minta izinnya khusus sendiri, awalnya bingung mau cari tokoh siapa buat tambahan. Mau mengimajinasikan sendiri tapi nggak bisa bener-bener menghayati jadi saya hapus lagi tokoh sebelumnya. Finally, saya beranikan diri buat izin dulu sama orangnya. Alhamdulillah, responnya ramah banget, boleh-boleh aja. hehehe... Gomawo. Tokoh tamu itu adalah dr. Bram Irfanda. Di novel tadinya saya mau pakai nama samaran, cuman keburu pas dikirim itu saya lupa ganti dan udah disetujui oleh penerbit. Yaaaaa pake nama asli deh dr. Bramastha Aditya (nama belakang nggak saya ikutkan jadi nggak spesifik banget kan) tapi karakternya saya nggak tahu sih karena belum pernah ketemu jadi cuman saya gambarkan sesuai dengan imajinasi saya (hehe ngapunten ya mas dok kalau ada yang nggak sesuai).

Eh..eh..tunggu.. trus tokoh utamanya siapa? Aliyanda Vigra, panggilannya Vigra. Itu siapa? Dari tokoh nyata juga atau pure fiction? Euuung... saya bingung jawabnya. Sebenarnya itu fiktif tapi pas nulis, secara nggak sengaja saya juga nyisipin dikit yang nyerempet diri saya. Jadi, pasti yang baca nanti bakal bilang, "Iiiihh, kamu curcol yaa?" Hehehe... sebagian kecil aja sih saya ambil dari cerita pribadi kira-kira 20% aja. 80%nya fiktif, nggak nyata. Jadi, jangan terburu-buru menyimpulkan, baca dulu yaa dan bagi yang udah kenal saya, yaaah tahulah batas "cerita nyata"-nya sampai bagian mana.

Kisahnya itu ada mellow-nya. Tapi, setidaknya masih ada pelajaran yang bisa dipetik dari situ. Kisahnya itu tentang.... *ah bagian ini cut aja hehehe. Yang penasaran, tungguin aja wes novelnya rilis dan baca sendiri ya :D.
Oke deh. 
Sisa nungguin, kapan tuh novel kelar dicetak. Aslinya rencana terbit tahun 2014 di SPP-nya. Namun, kayaknya Januari baru beredar di tokbuk. Kita tunggu aja lah ya.

Bagi yang udah baca novel ini nanti, saya  mohooon banget kritik, saran, masukan atau apapun itu yang bisa bikin saya push-up belajar lebih banyak lagi buat nulis novel. 

Untuk tahun depan, saya nggak ngeluarin buku dulu soalnya semester dua tahun depan itu ada schedule PKPP (Praktek Kerja Profesi Psikologi) di RSJ. So, waktu bakal tersitaaaa banget buat mantengin pasien di RSJ tiap hari plus bikin laporan praktikum alat tes ke pasien nanti. Insya Allah,semester 3 atau 4 gitu, saya akan menulis lagi sembari nyiapin beberapa schedule lain yang menurut saya udah harus dieksekusi *aiiih bahasanya,, hanya Allah dan saya yang tahu hehehe.

Oke deh, cukup sekian dari saya. ^^

PENGUMUMAN PEMBAGIAN BUKU UNTUK GA PARESMA

Karena ketiga peserta dapat masing-masing jatah 1 buku. Jadi, saya putuskan untuk mengundinya dengan sistem kocok dan dimulai dari peserta terakhir yaitu Siska, selanjutnya ArghaLitha dan terakhir Intan.

Ini hasil foto undiannya sesuai urutan nama di atas ya. Cara lihatnya dari gambar kertas sebelah kiri lalu ke kanan.



Jadi, Siska dan ArghaLitha dapat buku Syabab. Intan dapat buku Secangkir Kopi Bully.

Selamat...selamat... hehe... Mohon maaf banget hadiahnya cuman satu tapi semoga bisa ngasih manfaat aamiin.

Pengirimannya nyusul nyari waktu free ya.

PENGUMUMAN HASIL AKHIR GA PARESMA

Setelah menimbang-nimbang enak dan baiknya bagaimana. Karena saya juga pengen sekalian belajar adil, jadi saya putuskan untuk tidak membagi hasil akhir dari GA Paresma ini ke dalam kategori pemenang I dan II. Maksudnya, karena yang daftar hanya 3 peserta, jadi saya ingin agar semua bisa merasakan buah dari usaha mereka. Jadi, intinya ketiga peserta dapat masing-masing 1 buku. Untuk bukunya saya acak tapi yang jelas ada 2 orang yang dapat buku Syabab dan 1 buku Sencangkir Kopi Bully soalnya stok SKB di saya emang dikit dan saya lagi gak ada waktu buat mampir ke tokbuk buat beli SKB.


Nah, untuk fotonya, saya suka tiga-tiganya. Tapi, untuk pemenuhan persyaratan, hanya si Intan N.K. yang kurang memenuhi satu syarat yaitu share info GA ini di blog dan gak ada url link blognya di kolom komentar jadi saya bingung nggak bisa kasih link hidup langsung ke blog Intan deh ini. Kalau 2 peserta itu udah memenuhi semua syarat: ArghaLitha dan Siska Dwyta. Bisa diintip deh langsung blog mereka kayak apa (yang mau BW). Ternyata mereka juga nyeritain proses mendapatkan bukunya padahal gak ada syarat untuk harus cerita. But, makasih banyak yaa.

SELAMAT YA BUAT KETIGA PESERTA. ^___^

Terima kasih buat atensinya karena udah mau meluangkan waktu buat ikutan GA ini. Ternyata dari kisah-kisah mereka, ada yang sampe kesulitan nyari bukunya di Gramedia karena belum dipajang dan karena jarak antar rak ini dan itu berjauhan.

Perkara pengiriman hadiahnya, mohon bersabar untuk beberapa waktu yaa ukhti-ukhti. Saya nunggu hari Sabtu baru gak kuliah baru bisa ngirim ke kantor pos. Entah sabtu ini atau sabtu depan. Yang pasti, kalau hadiahnya sudah dikirim akan saya kabarkan lewat Twitter ya.



GA PARESMA DITUTUP YA

GA Paresma resmi ditutup ya malam ini. Terima kasih buat yang udah ikutan. Eh..eh.. prestasi banget ya, tumbeeeen gitu untuk giveaway kali ini yang ikut hanya 3 orang. Mungkin karena deadlinenya yang kurang panjang kali ya. Tapi, kalo kelamaan saya yang nggak bisa (pada akhirnya semua kembali ke subjektivitas pemegang tampuk GA hehehe). Mungkin juga karena hadiahnya yang terlalu sedikit. Ya saya maklum karena untuk GA kali ini nggak bisa ngasih banyak bukan karena pelit tapi nggak sempet nyari hadiah buat tambahannya (lagi-lagi pakai alasan sibuk kuliah,, yaa tapi itulah apa adanya).

Makasih buat 3 orang yang udah daftar. Karena pesertanya dikit, otomatis, saya jadi mudah dan cepat dalam mengambil keputusan. Malam ini sih saya udah menentukan siapa pemenang I dan II tapi nanti dulu deh postingnya, besok atau lusa aja ya biar penasaran.

Selamat menebar garam jampi-jampi keberuntungan dan keberkahan deh ya buat 3 peserta. Selamat bersabar untuk menunggu pengumuman.

Sekadar info nih, saya berencana untuk mengubah pemenangnya. Niat awalnya, karena cuman ada 3 peserta, saya pengen ngebagi rata hadiahnya masing-masing 1 buku ke 3 peserta. Kasihan juga sih yaa kalau 3 orang, yang satu--yang tereliminasi di antara 2 tuuh berasa kayak dicuekiin gitu nah hehehe :D. Namun, nanti lah ya saya pikirkan lagi mau ngubah sama rata atau tetap seperti semula cuman 2 pemenang.

GIVEAWAY PARESMA



(sticky posting)

Naah kaan.. hehe akhirnya saya buka GA juga. Tadinya sih lagi gak pengen karena buku Secangkir Kopi Bully-nya cuman dapat jatah dikit dari penerbit. Tapi, berkat kehadiran paket buku Syabab, setidaknya cukup membantu untuk kelangsungan GA ini. Tadinya juga mau ngadain GA dengan syarat peserta haru belanja di Griya Qafisha (Olshop saya) namun batal... Sibuuuuukkkk! 

Langsung aja deh. Jadi, alhamdulillah, menjelang akhir tahun ini ada dua buku baru saya yang terbit. Oh ya sekadar info, kalo buku Secangkir Kopi Bully udah in stock di seluruh TB Gramedia dkk. Untuk buku Syabab sendiri, kemarin, Mbak Dewi bilang, bukunya masih baru banget keluar dari percetakan. Jadi, insya Allah untuk Jabotabek, distribusinya seminggu lagi udah in stock di TB. Untuk luar Jabodetabek, maybe pertengahan atau akhir bulan lah yaa udah ready.

Giveaway yang saya adakan kali ini sangat terbatas hadiahnya. Sebenarnya bisa aja minta di-sponsorin lagi, cuman, saya khawatir nggak bisa memanage berhubung jadwal sangat padat. Jadi, giveaway kali ini sangat simple. Hadiahnya pun hanya untuk 2 orang pemenang saja. Jujur, saya pengen banyak pemenangnya dan hadiahnya juga banyak. Namun, karena banyak tugas dan kerjaan, jadi saya batasi. Ngirimnya juga saya nunggu free dulu (itupun free tapi gak full free, hari Sabtu baru bisa ke kantor pos untuk pengirimannya nanti).

Oke ini aturan mainnya:
  1. Follow sosmed saya Twitter @de_Paresma, instagram Yanuarty Paresma Wahyuningsih dan join ke blog saya ini (untuk Facebook, mohon maaf saya tidak menyarankan, bukan udah penuh sih, cuman saya mau membatasi saja. Jadi, tidak diperkenankan mem-follow FB saya ya ^^v).
  2. Para peserta kudu punya blog, karena ntar pengumumannya akan saya posting di blog (selain di Twitter dan IG).
  3. Tugas para peserta SIMPLE BANGET. Jadi, syarat mutlaknya, saya tidak akan minta kalian untuk posting tulisan. Tugas Para Peserta adalah: Share 1 foto kalian bersama dua atau tiga buku saya di toko buku langsung (bagi yang belum nemu buku Syabab, foto dengan buku CKUS+Secangkir Kopi Bully juga gak papa. Kalau kalian ada temen yang punya buku-buku tersebut, gak papa fotonya juga boleh pinjem buku temannya dengan setting di rumah, taman dll.
  4. Fotonya dengan gaya yang eye catching atau lucu/nyentrik/aneh de el el dan kalau bisa sih fotonya itu menyiratkan sebuah cerita bersama buku-buku tersebut. Bagi ukhti-ukhti yang mau ikutan tapi malu difoto, boleh foto dengan badan menyamping atau pake masker tapi bukunya kudu keliatan ya hehe (terserah gayanya gimana, mau nunduk sambil duduk juga gak masalah, yang penting jangan membelakangi).
  5. Share foto kalian di Twitter dan IG dengan men-tag bin mention saya juga ya. Sharenya cukup sekali aja. Pake hashtag #GAParesma di captionnya
  6. Saya akan memilih 2 foto yang memenuhi syarat No.3-5.
  7. Share link info GA ini di Twitter, IG dan blog kalian (sekali aja share-nya).
  8. Daftarin diri dan link fotomu di kolom komentar blog ini ya dengan format Nama asli, Nama sosmed, Alamat asli lengkap beserta kode pos dan Url link foto di Twitter dan IG kamu.
Oke itu deh syaratnya. Simple, kan? 

Hadiahnya: 
untuk 2 orang pemenang
  • Pemenang pertama dapat 1 eks. Buku Secangkir Kopi Bully dan 1 eks. Buku Syabab
  • Pemenang kedua dapat 1 eks Buku Syabab
Bila ada yang berbaik hati ingin men-sponsori tanpa mengharapkan imbalan dari saya alias murni karena kebaikan dan ketulusan hati saudara (hehe), silakan BBM saya ke 7E6AFA60 ya tapi jangan terlalu banyak ngasihnya ya.

Giveaway ini berlangsung mulai 2 November-7 Desember 2014. Masih lama, kan? 

Selamat berlomba bersama Paresma ^^